Mukasyafatul Qulub Bab 7 | Lupa Kepada Allah Kefasikan dan Kenifakan
| Nama kitab | : | Mukasyafatul Qulub |
| Judul kitab Arab | : | مُكَاشَفَةُ الْقُلُوْبِ |
| Judul terjemah | : | Terjemah Kitab Mukasyafatul Qulub |
| Mata Pelajaran | : | Tasawuf |
| Musonif | : | Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al-Ghozali |
| Nama Arab | : | أَبُوْ حَامِدٍ مُحَمَّدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْغَزَالِيُّ |
| Lahir | : | 450 H di Tus |
| Wafat | : | 505 H di Tus |
| Penerjemah | : | Ahsan Dasuki |
Image by © LILMUSLIMIIN
Mukasyafatul Qulub Bab 7 Tentang Lupa Kepada Allah, Kefasikan, dan Kenifakan
اَلْبَابُ السَّابِعُ
Bab Yang Ketujuh
فِي نِسْيَانِ اللّٰهِ تَعَالَى وَالْفِسْقِ وَالنِّفَاقِ
Tentang Lupa kepada Allah Ta’ala, Kefasikan dan Kenifakan
جَاءَتِ امْرَأَةٌ إِلَى الْحَسَنِ الْبَصْرِيِّ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُ فَقَالَتْ : إِنَّهُ كَانَتْ لِي ابْنَةٌ شَابَّةٌ فَمَاتَتْ وَأَحْبَبْتُ أَنْ أَرَاهَا فِي الْمَنَامِ فَجِئْتُكَ كَيْ تُعَلِّمَنِي مَا أَسْتَعِينُ بِهِ عَلَى رُؤْيَتِهَا،
Telah Datang seorang wanita kepada Al-Hasan Al-Bashri Radhiyallahu ‘Anhu lalu ia berkata: Sesungguhnya aku memiliki seorang anak perempuan yang masih muda kemudian ia meninggal dunia, dan aku ingin melihatnya di dalam mimpi, maka aku mendatangimu agar engkau mengajarkanku suatu amalan yang aku bisa meminta tolong dengan sebab amalan itu untuk melihatnya,
فَعَلَّمَهَا فَلَمَّا رَأَتْهَا وَعَلَيْهَا لِبَاسٌ مِنْ قِطْرَانٍ، وَفِي عُنُقِهَا الْغَلُّ، وَفِي رِجْلِهَا الْقَيْدُ، فَأَخْبَرَتِ الْحَسَنَ بِذٰلِكَ فَاغْتَمَّ ،
lalu beliau mengajarkannya kemudian ketika wanita itu melihatnya (dalam mimpi) sedangkan ia (anaknya) mengenakan pakaian dari aspal/cairan hitam, dan di lehernya terdapat belenggu, dan di kakinya terdapat rantai, lalu wanita itu mengabarkan kepada Al-Hasan tentang hal itu maka beliau pun merasa sedih,
وَمَضَتْ مُدَّةٌ ثُمَّ رَآهَا الْحَسَنُ فِي الْجَنَّةِ، وَعَلَى رَأْسِهَا تَاجٌ فَقَالَتْ يَا حَسَنُ : أَمَا تَعْرِفُنِيْ، أَنَا ابْنَةُ الْمَرْأَةِ الَّتِي أَتَتْكَ وَقَالَتْ لَكَ كَذَا
Dan berlalulah suatu masa Kemudian Al-Hasan melihatnya di dalam surga, dan di atas kepalanya terdapat mahkota, lalu ia berkata: Wahai Hasan, apakah engkau tidak mengenaliku? Aku adalah anak perempuan dari wanita yang datang kepadamu dan ia (ibuku) telah berkata kepadamu begini,
فَقَالَ لَهَا مَا الَّذِي صَيَّرَكِ إِلَى مَا أَرَى قَالَتْ مَرَّ بِنَا رَجُلٌ فَصَلَّى عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَرَّةً، وَكَانَ فِي الْمَقْبَرَةِ خَمْسُمِائَةٍ وَخَمْسُونَ إِنْسَانًا فِي الْعَذَابِ فَنُودِيَ ارْفَعُوا الْعَذَابَ عَنْهُمْ بِبَرَكَةِ صَلَاةِ هٰذَا الرَّجُلِ.
Kemudian beliau bertanya kepadanya: Apa yang telah mengubahmu menjadi apa yang aku lihat (sekarang)? Ia menjawab: Telah lewat kepada kami seorang laki-laki lalu ia bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam satu kali, Dan terbukti di dalam kuburan ada lima ratus lima puluh manusia yang sedang dalam azab, lalu diserukan: Angkatlah azab dari mereka dengan berkah shalawat laki-laki ini.
بِصَلَاةِ رَجُلٍ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَابَتْهُمُ الْمَغْفِرَةُ فَمَنْ يُصَلِّي عَلَيْهِ مِنْهُ خَمْسِينَ سَنَةً أَفَلَا يَجِدُ شَفَاعَتَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.
Dengan sebab shalawat seorang laki-laki kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, ampunan menimpa mereka (mereka mendapatkan ampunan), Barangsiapa yang bershalawat kepadanya selama lima puluh tahun, maka apakah ia tidak akan mendapatkan syafaatnya pada hari kiamat?.
قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى : ﴿وَلَا تَكُونُوا﴾ أَيْ فِي الْمَعْصِيَةِ ﴿كَالَّذِينَ﴾ يَعْنِي الْمُنَافِقِينَ ﴿الَّذِينَ نَسُوا اللّٰهَ﴾ يَعْنِي تَرَكُوا أَمْرَ اللّٰهِ وَفَعَلُوْا خِلَافَهُ وَتَلَذَّذُوا بِشَهَوَاتِ الدُّنْيَا وَرَكَنُوْا إِلَى غُرُورِهَا .
Allah Ta’ala berfirman: ﴾Dan janganlah kalian menjadi﴿ yakni, dalam kemaksiatan ﴾seperti orang-orang yang﴿ maksudnya orang-orang munafik yang ﴾mereka telah melupakan Allah﴿ maksudnya mereka meninggalkan perintah Allah dan melakukan kebalikannya dan mereka berlezat-lezatan dengan syahwat-syahwat dunia serta mereka cenderung kepada tipu daya tipu daya dunia.
وَسُئِلَ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْمُؤْمِنِ وَالْمُنَافِقِ فَقَالَ : [إِنَّ الْمُؤْمِنَ هَمُّهُ فِي الصَّلَاةِ وَالصِّيَامِ ، وَالْمُنَافِقَ هَمُّهُ فِي الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ] كَالْبَهِيمَةِ وَتَرَكَ الْعِبَادَةَ وَالصَّلَاةَ،
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang orang mukmin dan orang munafik, maka beliau bersabda: [Sesungguhnya orang mukmin itu perhatiannya dalam shalat dan puasa, sedangkan orang munafik itu perhatiannya dalam makanan dan minuman] seperti binatang ternak dan meninggalkan ibadah dan shalat,
[وَالْمُؤْمِنُ مَشْغُولٌ بِالصَّدَقَةِ وَطَلَبِ الْمَغْفِرَةِ، وَالْمُنَافِقُ مَشْغُولٌ بِالْحِرْصِ وَالْأَمَلِ، وَالْمُؤْمِنُ آيِسٌ مِنْ كُلِّ أَحَدٍ إِلَّا مِنَ اللّٰهِ، وَالْمُنَافِقُ رَاجٍ كُلَّ أَحَدٍ إِلَّا اللّٰهَ،
[dan orang mukmin itu disibukkan dengan sedekah dan mencari ampunan, sedangkan orang munafik itu disibukkan dengan ketamakan dan angan-angan, dan orang mukmin itu berputus asa dari setiap orang kecuali dari Allah, sedangkan orang munafik itu berharap kepada setiap orang kecuali Allah,
وَالْمُؤْمِنُ يُقَدِّمُ مَالَهُ دُونَ دِينِهِ، وَالْمُنَافِقُ يُقَدِّمُ دِينَهُ دُونَ مَالِهِ، وَالْمُؤْمِنُ آمِنٌ مِنْ كُلِّ أَحَدٍ إِلَّا مِنَ اللّٰهِ، وَالْمُنَافِقُ خَائِفٌ مِنْ كُلِّ أَحَدٍ إِلَّا مِنَ اللّٰهِ،
dan orang mukmin itu menyerahkan hartanya bukan agamanya, sedangkan orang munafik itu menyerahkan agamanya bukan hartanya, dan orang mukmin itu merasa aman dari setiap orang kecuali dari Allah, sedangkan orang munafik itu merasa takut dari setiap orang kecuali dari Allah,
وَالْمُؤْمِنُ يُحْسِنُ وَيَبْكِي، وَالْمُنَافِقُ يُسِيءُ وَيَضْحَكُ، وَالْمُؤْمِنُ يُحِبُّ الْوَحْدَةَ وَالْخَلْوَةَ، وَالْمُنَافِقُ يُحِبُّ الْخُلْطَةَ وَالْمَلَأَ، وَالْمُؤْمِنُ يَزْرَعُ وَيَخْشَى الْفَسَادَ، وَالْمُنَافِقُ يَقْلَعُ وَيَرْجُو الْحَصَادَ،
dan orang mukmin itu berbuat baik dan menangis, sedangkan orang munafik itu berbuat buruk dan tertawa, dan orang mukmin itu menyukai kesendirian dan khalwat, sedangkan orang munafik itu menyukai pergaulan dan keramaian, dan orang mukmin itu menanam dan takut akan kerusakan, sedangkan orang munafik itu mencabut dan mengharap panen,
وَالْمُؤْمِنُ يَأْمُرُ وَيَنْهَى سِيَاسَةً دِينِيَّةً وَيُصْلِحُ، وَالْمُنَافِقُ يَأْمُرُ وَيَنْهَى رِيَاسَةً وَيُفْسِدُ ، بَلْ يَأْمُرُ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَى عَنِ الْمَعْرُوفِ] كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى :
dan orang mukmin itu memerintah dan melarang karena kebijakan agama serta melakukan perbaikan, sedangkan orang munafik itu memerintah dan melarang untuk kekuasaan serta berbuat kerusakan, bahkan ia memerintah kepada kemungkaran dan melarang dari kemakrufan. sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:
﴿اَلْمُنٰفِقُوْنَ وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍۘ يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْۗ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْۗ اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ٦﴾
﴾Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain (adalah sama saja). Mereka menyuruh (berbuat) mungkar dan mencegah (berbuat) makruf. Mereka pun menggenggam tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang fasik﴿
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S At-Taubah: Ayat 67
﴿وَعَدَ اللّٰهُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْمُنٰفِقٰتِ وَالْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۗ هِيَ حَسْبُهُمْۚ وَلَعَنَهُمُ اللّٰهُۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيْمٌۙ٦٨﴾
﴾Allah telah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan serta orang-orang kafir dengan neraka Jahanam. Mereka kekal di dalamnya. Cukuplah (neraka) itu bagi mereka. Allah melaknat mereka. Bagi mereka azab yang kekal﴿
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S At-Taubah: Ayat 68
وَقَالَ تَعَالَى : ﴿اِنَّ اللّٰهَ جَامِعُ الْمُنٰفِقِيْنَ وَالْكٰفِرِيْنَ فِيْ جَهَنَّمَ جَمِيْعًاۙ١٤٠﴾. يَعْنِيْ إِنْ مَاتُوْا عَلَى كُفْرِهِمْ وَنِفَاقِهِمْ ، فَبَدَأَ بِالْمُنَافِقِيْنَ لِأَنَّهُمْ شَرٌّ مِنَ الْكُفَّارِ ، وَجَعَلَ مَأْوَاهُمْ جَمِيْعًا النَّارَ
Dan Allah Ta’ala berfirman: ﴾Sesungguhnya Allah adalah Dzat yang mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam Jahanam semuanya﴿ Yakni jika mereka mati di atas kekafiran mereka dan kemunafikan mereka, maka Allah memulai dengan menyebut orang-orang munafik karena sesungguhnya mereka lebih buruk daripada orang-orang kafir, dan Allah menjadikan tempat kembali mereka semuanya adalah neraka.
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S An-Nisa: Ayat 140
وَقَالَ تَعَالَى : ﴿اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ فِى الدَّرْكِ الْاَسْفَلِ مِنَ النَّارِۚ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيْرًاۙ١٤٥﴾
Dan Allah Ta’ala berfirman: ﴾Sesungguhnya orang-orang munafik itu berada di dalam tingkatan yang paling bawah dari neraka dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati bagi mereka seorang penolong pun﴿
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S An-Nisa: Ayat 145
وَالْمُنَافِقُ اشْتِقَاقُهُ فِيْ اللُّغَةِ مِنْ نَافِقَاءِ الْيَرْبُوْعِ . وَيُقَالُ : إِنَّ لِلْيَرْبُوْعِ حُجْرَتَيْنِ إِحْدَاهُمَا النَّافِقَاءُ وَالْأُخْرَى الْقَاصِعَاءُ ، فَيُظْهِرُ نَفْسَهُ فِيْ إِحْدَاهُمَا وَيَخْرُجُ مِنَ الْأُخْرَى ، وَلِهَذَا سُمِّيَ الْمُنَافِقُ مُنَافِقًا لِأَنَّهُ يُظْهِرُ مِنْ نَفْسِهِ أَنَّهُ مُسْلِمٌ ، وَيَخْرُجُ مِنَ الْإِسْلَامِ إِلَى الْكُفْرِ .
Dan lafadz اَلْمُنَافِقُ pengambilannya secara bahasa adalah dari kata نَافِقَاءُ الْيَرْبُوْعِ’ (lubang tikus gurun). Dan dikatakan: Sesungguhnya bagi Yarbu’ (tikus gurun) itu ada dua lubang, salah satunya adalah اَلنَّافِقَ dan yang lainnya adalah اَلْقَاصِعَاءُ, maka ia menampakkan dirinya di salah satunya dan keluar dari yang lainnya, dan karena inilah orang munafik dinamakan munafik karena sesungguhnya ia menampakkan dari dirinya bahwa ia adalah seorang muslim, dan ia keluar dari Islam menuju kekafiran.
وَفِي الْحَدِيْثِ : [مَثَلُ الْمُنَافِقِ كَمَثَلِ الشَّاةِ تَرَى بَيْنَ قَطِيْعَيْنِ مِنَ الْغَنَمِ تَارَةً تَسِيْرُ إِلَى هَذَا الْقَطِيْعِ وَتَارَةً إِلَى هَذَا الْقَطِيْعِ وَلَا تَسْكُنُ لِوَاحِدٍ مِنْهُمَا لِأَنَّهَا غَرِيْبَةٌ لَيْسَتْ مِنْهُمَا . وَكَذَلِكَ الْمُنَافِقُ لَا يَسْتَقِرُّ مَعَ الْمُسْلِمِيْنَ بِالْكُلِّيَّةِ وَلَا مَعَ الْكَافِرِيْنَ] .
Dan di dalam hadits: [Perumpamaan orang munafik itu seperti domba yang kamu lihat di antara dua kawanan kambing terkadang ia berjalan ke kawanan ini dan terkadang ke kawanan ini, dan ia tidak tetap pada salah satu dari keduanya karena ia adalah asing yang bukan dari keduanya. Dan demikian pula orang munafik, ia tidak menetap bersama orang-orang Muslim secara keseluruhan dan tidak pula bersama orang-orang kafir].
إِنَّ اللّٰهَ خَلَقَ النَّارَ وَلَهَا سَبْعَةُ أَبْوَابٍ كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى : ﴿لَهَا سَبْعَةُ أَبْوَاب﴾ مِنْ حَدِيْدٍ مُطْبَقَةٍ بِاللَّعْنَةِ وَعَلَيْهَا ظِهَارَةُ النُّحَاسِ وَبِطَانَةُ الرَّصَاصِ، فِيْ أَصْلِهَا الْعَذَابُ، وَفَوْقَهَا السَّخَطُ، وَأَرْضُهَا مِنْ نُحَاسٍ وَزُجَاجٍ، وَحَدِيْدٍ وَرَصَاصٍ،
Sesungguhnya Allah menciptakan neraka dan baginya ada tujuh pintu sebagaimana telah berfirman Allah Ta’ala: ﴾Ia (neraka) mempunyai tujuh pintu﴿ dari besi yang tertutup rapat dengan laknat, dan di atasnya terdapat lapisan luar dari tembaga dan lapisan dalam dari timah, di dasarnya terdapat azab, dan di atasnya terdapat kemurkaan, dan lantainya dari tembaga, kaca, besi, dan timah,
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S Al-Hijr: Ayat 44
اَلنَّارُ مِنْ فَوْقِ أَهْلِهَا، وَالنَّارُ مِنْ تَحْتِهِمْ، وَالنَّارُ عَنْ أَيْمَانِهِمْ، وَالنَّارُ عَنْ شَمَائِلِهِمْ، طَبَقَاتُهَا بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ أُعِدَّ لِلْمُنَافِقِيْنَ مِنْهَا الدَّرْكُ الْأَسْفَلُ.
Api dari atas penghuninya, dan api dari bawah mereka, dan api dari kanan mereka, dan api dari kiri mereka, tingkatan-tingkatannya sebagian di atas sebagian yang lain, telah dipersiapkan bagi orang-orang munafik darinya tingkatan yang paling bawah.
وَجَاءَ فِي الْخَبَرِ أَنَّ جِبْرِيْلَ أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : [يَا جِبْرِيْلُ صِفْ لِيَ النَّارَ وَحَرَّهَا . فَقَالَ : إِنَّ اللّٰهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ النَّارَ فَأَوْقَدَهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى احْمَرَّتْ، ثُمَّ أَوْقَدَهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى ابْيَضَّتْ ، ثُمَّ أَوْقَدَهَا أَلْفَ عَامٍ حَتَّى اسْوَدَّتْ ، فَهِيَ سَوْدَاءُ مُظْلِمَةٌ
Dan telah datang dalam sebuah riwayat bahwa Malaikat Jibril mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau bersabda: [Wahai Jibril, sifatkanlah kepadaku tentang neraka dan panasnya. Maka ia (Malaikat Jibril) berkata: Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla menciptakan neraka lalu menyalakannya selama seribu tahun hingga ia memerah, kemudian menyalakannya selama seribu tahun hingga ia memutih, kemudian menyalakannya selama seribu tahun hingga ia menghitam, maka ia (neraka) itu hitam lagi gelap
وَالَّذِيْ بَعَثَكَ بِالْحَقِّ نَبِيًّا لَوْ أَنَّ ثَوْبًا مِنْ ثِيَابِ أَهْلِ النَّارِ ظَهَرَ لِأَهْلِ الْأَرْضِ لَمَاتُوْا جَمِيْعًا، وَلَوْ أَنَّ دَلْوًا مِِنْ شَرَابِهَا صُبَّ عَلَى مَاءِ الْأَرْضِ جَمِيْعِهِ لَقَتَلَ مَنْ ذَاقَهُ،
Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran sebagai Nabi, sekiranya satu pakaian dari pakaian-pakaian penghuni neraka tampak bagi penduduk bumi niscaya mereka semua akan mati, dan sekiranya satu timba dari minumannya (neraka) dituangkan ke atas air bumi seluruhnya niscaya akan membunuh orang yang merasakannya,
وَلَوْ أَنَّ ذِرَاعًا مِنَ السِّلسِلَةِ الَّتِي ذَكَرَهَا اللّٰهُ تَعَالَى بِقَوْلِهِ : ﴿فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا﴾ كُلُّ ذِرَاعٍ طُولُهُ مِنَ الْمَشْرِقِ إِلَى الْمَغْرِبِ، وَلَوْ وُضِعَ عَلَى جِبَالِ الدُّنْيَا لَذَابَتْ، وَلَوْ أَنَّ رَجُلًا دَخَلَ النَّارَ ثُمَّ أُخْرِجَ مِنْهَا لَمَاتَ أَهْلُ الْأَرْضِ مِنْ نَتْنِ رِيْحِهِ]
dan sekiranya satu hasta dari rantai yang telah Allah Ta’ala sebutkan dengan firman-Nya: ﴾Di dalam rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta﴿ setiap satu hasta panjangnya itu dari timur sampai ke barat, dan sekiranya diletakkan di atas gunung-gunung dunia niscaya akan hancur meleleh, dan sekiranya seorang laki-laki masuk ke neraka Kemudian ia dikeluarkan darinya niscaya penduduk bumi akan mati karena bau busuknya].
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S Al-Haqqah: Ayat 32
. وَسَأَلَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِبْرِيلَ فَقَالَ : [يَا جِبْرِيلُ صِفْ لِي أَبْوَابَ جَهَنَّمَ، أَهِيَ كأَبْوَابِنَا هَذِهِ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللّٰهِ، لَا وَلَكِنَّهَا طِبَاقٌ بَعْضُهَا أَسْفَلُ مِنْ بَعْضٍ، مِنَ الْبَابِ إِلَى الْبَابِ مَسِيرَةُ سَبْعِينَ سَنَةً، كُلُّ بَابٍ مِنْهَا أَشَدُّ حَرًّا مِنَ الَّذِي يَلِيهِ بِسَبْعِينَ ضِعْفًا] .
Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada Malaikat Jibril lalu beliau bersabda: [Wahai Jibril, sifatkanlah kepadaku pintu-pintu Jahanam, apakah ia seperti pintu-pintu kita ini? Maka Malaikat Jibril menjawab: Wahai Rasulullah, tidak, akan tetapi ia adalah tingkatan-tingkatan yang sebagiannya lebih bawah dari sebagian yang lain, dari satu pintu ke pintu lainnya perjalanan tujuh puluh tahun, setiap pintu darinya itu lebih sangat panasnya dari pintu yang mengiringinya dengan tujuh puluh kali lipat].
وَسَأَلَهُ أَيْضًا عَنْ سُكَّانِ هَذِهِ الْأَبْوَابِ فَقَالَ : [أَمَّا الْأَسْفَلُ فَفِيهِ الْمُنَافِقُونَ، وَاسْمُهُ الْهَاوِيَةُ، كَمَا قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى :﴿إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ﴾
Dan beliau bertanya kepadanya Juga tentang penduduk pintu-pintu ini, maka Jibril menjawab: [Adapun yang paling bawah maka di dalamnya terdapat orang-orang munafik, dan namanya adalah Al-Hawiyah, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman: ﴾Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka﴿
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S An-Nisa: Ayat 145
وَالْبَابُ الثَّانِي فِيهِ الْمُشْرِكُونَ، وَاسْمُهُ الْجَحِيمُ، وَالْبَابُ الثَّالِثُ فِيهِ الصَّابِئُونَ، وَاسْمُهُ سَقَرُ، وَالْبَابُ الرَّابِعُ فِيهِ إِبْلِيسُ عَلَيْهِ اللَّعْنَةُ، وَمَنْ تَبِعَهُ مِنَ الْمَجُوسِ، وَاسْمُهُ لَظَى،
dan pintu Yang kedua di dalamnya terdapat orang-orang musyrik, dan namanya adalah Al-Jahim, dan pintu yang ketiga di dalamnya terdapat orang-orang Shabi’un, dan namanya adalah Saqar, dan pintu yang keempat di dalamnya terdapat Iblis -semoga laknat atasnya-, dan orang yang mengikutinya dari kaum Majusi, dan namanya adalah Ladzha,
وَالْبَابُ الْخَامِسُ فِيهِ الْيَهُودُ، وَاسْمُهُ الْحُطَمَةُ، وَالْبَابُ السَّادِسُ فِيهِ النَّصَارَى، وَاسْمُهُ السَّعِيرُ].
dan pintu yang kelima di dalamnya terdapat orang-orang Yahudi, dan namanya adalah Al-Huthamah, dan pintu yang keenam di dalamnya terdapat orang-orang Nasrani, dan namanya adalah As-Sa’ir] .
ثُمَّ أَمْسَكَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : [لِمَ تُخْبِرْنِي عَنْ سُكَّانِ الْبَابِ السَّابِعِ فَقَالَ جِبْرِيلُ : يَا مُحَمَّدُ لَا تَسْأَلْنِي عَنْهُ . فَقَالَ لَهُ : أَخْبِرْنِي عَنْهُ . فَقَالَ : فِيهِ أَهْلُ الْكَبَائِرِ مِنْ أُمَّتِكَ الَّذِينَ مَاتُوا وَلَمْ يَتُوبُوا].
Kemudian Malaikat Jibril ‘alaihissalam terdiam, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadanya: [Mengapa engkau tidak mengabarkanku tentang penduduk pintu yang ketujuh? Maka Malaikat Jibril menjawab: Wahai Muhammad janganlah engkau bertanya kepadaku tentangnya. Maka beliau bersabda kepadanya: Kabarkanlah kepadaku tentangnya. Maka Malaikat Jibril menjawab: Di dalamnya terdapat para pelaku dosa besar dari umatmu yang mereka mati dan belum bertaubat].
رُوِيَ أَنَّهُ لَمَّا نَزَلَ قَوْلُهُ تَعَالَى :﴿وَاِنْ مِّنْكُمْ اِلَّا وَارِدُهَاۚ﴾ اشْتَدَّ خَوْفُهُ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أُمَّتِهِ وَبَكَى بُكَاءً شَدِيدًا.
Diriwayatkan bahwasanya tatkala turun firman Allah Ta’ala: ﴾Tidak ada seorang pun di antaramu yang tidak melewatinya (sirat di atas neraka)﴿ Rasa Takut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjadi lebih kuat atas umatnya dan beliau menangis dengan tangisan yang sangat.
Catatan Kitab Mukasyafatul Qulub Bab 7
1.
Q.S Maryam: Ayat 71
فَالْعَارِفُ بِاللّٰهِ وَبِشِدَّةِ سَطْوَتِهِ وَقَهْرِهِ يَخَافُهُ خَوْفًا شَدِيدًا وَيَبْكِي عَلَى نَفْسِهِ وَتَفْرِيطِهِ قَبْلَ أَنْ يَرَى هَذِهِ الشَّدَائِدَ وَيُعَايِنَ هَذِهِ الدَّارَ الْمَخُوفَةَ الْمَهُولَةَ ، وَقَبْلَ أَنْ تُنْتَهَكَ الْأَسْتَارُ وَيُعْرَضَ عَلَى الْمُنْتَقِمِ الْجَبَّارِ وَيُؤْمَرَ بِهِ إِلَى النَّارِ ،
Maka orang yang makrifat kepada Allah dan dengan dahsyatnya kekuasaan-Nya serta paksaan-Nya, ia akan takut kepada-Nya dengan ketakutan yang sangat dan menangis atas dirinya serta kelalaiannya sebelum ia melihat kedahsyatan-kedahsyatan ini dan menyaksikan negeri yang menakutkan lagi mengerikan ini, dan sebelum tersingkapnya tirai-tirai penutup dan dihadapkan kepada (Allah) Dzat Yang Maha Membalas lagi Maha Perkasa dan diperintahkan dengannya menuju neraka,
فَكَمْ مِنْ شَيْخٍ يُنَادِي فِي النَّارِ : وَا شَيْبَتَاهْ ! وَكَمْ مِنْ شَابٍّ يُنَادِي فِي النَّارِ : وَا شَبَابَاهْ ! وَكَمْ مِنْ امْرَأَةٍ فِي النَّارِ تُنَادِي : وَا فَضِيحَتَاهْ ! وَاهَتْكَ سِتْرَاهْ !
maka betapa banyak orang tua yang berseru di dalam neraka: Aduh masa tuaku! Dan betapa banyak pemuda yang berseru di dalam neraka: Aduh masa mudaku! Dan betapa banyak wanita di dalam neraka yang berseru: Aduh malunya aku! Aduh tersingkapnya penutupku!
وَقَدِ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ وَأَجْسَادُهُمْ، وَانْكَسَرَتْ ظُهُورُهُمْ ، فَلَا يُكْرَمُ كَبِيرُهُمْ وَلَا يُرْحَمُ صَغِيرُهُمْ، وَلَا تُسْتَرُ نِسَاؤُهُمْ .
Dan sungguh telah menjadi hitam wajah-wajah mereka dan jasad-jasad mereka, dan telah patah punggung-punggung mereka, maka tidak dimuliakan orang tua mereka dan tidak dikasihi anak kecil mereka, dan tidak ditutupi wanita-wanita mereka.
اَللّٰهُمَّ أَجِرْنَا مِنَ النَّارِ، وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ كُلِّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنَا إِلَى النَّارِ، وَأَدْخِلْنَا الْجَنَّةَ مَعَ الْأَبْرَارِ بِرَحْمَتِكَ يَا عَزِيزُ يَا غَفَّارُ .
Ya Allah, selamatkanlah kami dari neraka, dan dari azab neraka, dan dari setiap amal yang mendekatkan kami ke neraka, dan masukkanlah kami ke surga bersama orang-orang yang berbakti dengan rahmat-Mu wahai Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.
اَللّٰهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا، وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا، وَأَقِلْنَا مِنْ عَثْرَاتِنَا، وَلَا تَفْضَحْنَا بَيْنَ يَدَيْكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ . وَصَلَّى اللّٰهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ .
Ya Allah, tutuplah aurat-aurat kami (aib kami), dan amankanlah ketakutan-ketakutan kami, dan maafkanlah kami dari ketergelinciran-ketergelinciran kami, dan janganlah Engkau permalukan kami di hadapan-Mu wahai Dzat Yang Paling Mengasihi dari para pengasih. Dan semoga Allah melimpahkan tambahan rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan atas keluarganya serta para sahabatnya dan semoga Allah memberikan keselamatan.
Tinggalkan Komentar
Bagikan pemikiran dan pendapat Anda
Komentar Pembaca
Diskusi dan tanggapan dari pembaca lain
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!