Terjemah Kitab Tanqihul Qoul Bab 16 | Keutamaan zakat
- Nama kitab
- Tanqihul Qoul
- Judul kitab Arab
- تنقيح القول الحثيث
- Judul terjemah
- Terjemah Kitab Tanqihul Qoul
- Mata Pelajaran
- Hadits, Keutamaan Amal
- Musonif
- Syekh Nawawi al-Bantani
- Nama Arab
- الشيخ محمد بن عمر النووي البنتني
- Lahir
- 813 Masehi; 1230 H, Tanara, Banten, Indonesia
- Wafat
- 1897 M; 1316 H, Pemakaman Ma'la Makkah Al-Mukarramah, w. 672 H / 22 Februari 1274 M
- Penerjemah
- Ahsan Dasuki
Tanqihul Qoul Bab Keenman Belas Tentang Keutamaan Zakat
Image by ©
LILMUSLIMIIN
اَلْبَابُ السَّادِسَ عَشَرَ: فِي فَضِيْلَةِ الزَّكَاةِ
Bab yang Keenam Belas Tentang Keutamaan Zakat
وَهِيَ دَلِيلٌ عَلَى إِيمَانِ فَاعِلِهَا، فَإِنَّ الْمُنَافِقَ يَمْتَنِعُ مِنْهَا لِكَوْنِهِ لَا يَعْتَقِدُهَا.
Dan zakat adalah bukti atas keimanan orang yang melakukannya, karena sesungguhnya orang munafik menahan diri darinya karena keadaan mereka yang tidak meyakini zakat.
Hadits 1: Zakat Sebagai Jembatan Pengokoh Agama Islam
(قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلزَّكَاةُ قَنْطَرَةُ الْإِسْلَامِ) أَيْ جِسْرُهُ الَّذِي يُعْبَرُ مِنْهُ إِلَيْهِ فَإِيتَاؤُهَا طَرِيقٌ فِي التَّمْكِينِ فِي الدِّينِ رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنِ ابْنِ عُمَرَ
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Zakat adalah jembatan Islam) maksudnya, jembatan Islam yang dilalui darinya (jembatan tersebut) menuju kepadanya (Islam), maka menunaikannya adalah jalan untuk mengokohkan agama. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thabrani dari Abu Darda’ dan Imam Baihaqi dari Ibnu Umar.
Hadits 2: Zakat Sebagai Penyuci Keimanan
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اَلزَّكَاةُ طُهْرُ الْإِيمَانِ)
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Zakat adalah kesucian iman).
Hadits 3: Keterkaitan Penerimaan Iman Dengan Penunaian Zakat
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا يَقْبَلُ اللّٰهُ الْإِيمَانَ إِلَّا بِالزَّكَاةِ وَلَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا زَكَاةَ لَهُ)
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Allah tidak akan menerima iman kecuali dengan zakat, dan tidak ada iman bagi orang yang tidak berzakat).
Hadits 4: Perlindungan Harta Melalui Zakat, Pengobatan Lewat Sedekah, dan Penolak Bala Dengan Doa
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: حَصِّنُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ) أَيْ بِإِخْرَاجِهَا فَمَا تَلِفَ مَالٌ فِي بَرٍّ وَلَا بَحْرٍ إِلَّا بِمَنْعِهَا (وَدَاوُوا مَرْضَاكُمْ بِالصَّدَقَةِ) فَإِنَّهَا أَنْفَعُ مِنَ الدَّوَاءِ الْحِسِّيِّ
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Jagalah harta kalian dengan zakat) maksudnya, dengan mengeluarkannya, maka tidaklah harta rusak di darat maupun di laut kecuali karena menahan zakat (dan obatilah orang-orang sakit dari kalian dengan sedekah) karena sesungguhnya sedekah itu lebih bermanfaat daripada obat yang bersifat fisik.
(وَأَعِدُّوا لِلْبَلَاءِ الدُّعَاءَ) أَيْ بِأَنْ تَدْعُوا عِنْدَ نُزُولِهِ، فَإِنَّهُ يَرْفَعُهُ رَوَاهُ الطَّبَرَانِيُّ وَأَبُو نُعَيْمٍ وَالْخَطِيبُ، وَفِي رِوَايَةٍ لِأَبِي دَاوُدَ بَدَلَ هَذِهِ الْجُمْلَةِ الْأَخِيرَةِ، [وَاسْتَعِينُوا عَلَى حَمْلِ الْبَلَاءِ بِالدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ]
(Dan persiapkanlah untuk menghadapi bala dengan doa) maksudnya, dengan berdoa ketika bala itu turun, karena sesungguhnya doa itu dapat mengangkatnya. Telah meriwayatkan pada hadits ini Imam Thabrani, Imam Abu Nu’aim, dan Imam Al-Khatib. Dan dalam riwayat Imam Abu Dawud sebagai ganti dari kalimat terakhir ini, [“Dan mintalah pertolongan untuk menanggung bala dengan doa dan merendahkan diri.”]
Hadits 5: Kerusakan Harta Akibat Menahan Zakat dan Mencampur Harta Zakat
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا هَلَكَ مَالٌ فِي بَرٍّ وَلَا بَحْرٍ إِلَّا بِمَنْعِ الزَّكَاةِ) كَمَا فِي الْحَدِيثِ الَّذِي رَوَاهُ ابْنُ عَدِيٍّ وَالْبَيْهَقِيُّ عَنْ عَائِشَةَ [مَا اخْتَلَطَتِ الصَّدَقَةُ] أَيِ الزَّكَاةُ [مَالًا إِلَّا أَهْلَكَتْهُ]
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Tidaklah harta binasa di darat maupun di laut kecuali karena menahan zakat) sebagaimana dalam hadits yang telah meriwayatkan padanya Imam Ibnu ‘Adi dan Imam Baihaqi dari Siti Aisyah, [“Tidaklah sedekah bercampur,”] maksudnya, zakat, [“dengan harta kecuali ia akan merusaknya.”]
Hadits 6: Hubungan Erat Antara Kewajiban Shalat dan Zakat
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَا صَلَاةَ لَهُ) أَيْ لِأَنَّ الصَّلَاةَ نُورٌ كَمَا فِي الْحَدِيثِ، أَيْ وَهِيَ سَبَبٌ لِإِشْرَاقِ أَنْوَارِ الْمَعَارِفِ (وَلَا صَلَاةَ لِمَنْ لَا زَكَاةَ لَهُ)
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Tidak ada iman bagi orang yang tidak shalat) maksudnya, karena shalat adalah cahaya sebagaimana dalam hadits, maksudnya, dan ia adalah sebab bersinarnya cahaya-cahaya pengetahuan (dan tidak ada shalat bagi orang yang tidak berzakat).
كَمَا قَدْ رُوِيَ عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ [أُمِرْنَا بِإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَمَنْ لَمْ يُزَكِّ فَلَا صَلَاةَ لَهُ]، وَفِي رِوَايَةٍ لِمُسْلِمٍ [مَنْ أَقَامَ الصَّلَاةَ، وَلَمْ يُؤْتِ الزَّكَاةَ فَلَيْسَ بِمُسْلِمٍ يَنْفَعُهُ عَمَلُهُ]،
Sebagaimana sungguh telah diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud: [Kami diperintahkan untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan barangsiapa tidak berzakat maka tidak ada shalat baginya]. Dan dalam riwayat Imam Muslim: [Barangsiapa mendirikan shalat, dan tidak menunaikan zakat maka ia bukanlah seorang muslim yang amalnya bermanfaat baginya,]
وَفِي الْخَبَرِ إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى قَرَنَ ثَلَاثَةَ أَشْيَاءَ بثلاثة أشياء، فَلَمْ يَُقْبَلْ وَاحِدةٌ مِنْهَا بِدُونِ الْأُخْرَى فَقَالَ تَعَالَى: ﴿أَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ﴾ [النور: ٥٦] وَقَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿وَأَطِيعُوا اللّٰهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ﴾ [النساء: ٥٩] وَقَالَ تَعَالَى: ﴿أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ﴾ [لقمان: ١٤]
dan dalam sebuah hadits: Sesungguhnya Allah Ta’ala menyertakan tiga perkara dengan tiga perkara, maka tidak akan diterima salah satunya tanpa yang lain. Maka Allah Ta’ala berfirman: **﴾**Dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat**﴿** [An-Nur: 56]. Dan Allah Ta’ala berfirman: **﴾**Taatilah Allah dan taatilah Rasul**﴿** [An-Nisa: 59]. Dan Allah Ta’ala berfirman: **﴾**Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu**﴿** [Luqman: 14].
Hadits 7: Perintah Menyucikan Harta Dengan Mengeluarkan Zakat
(وَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: طَهِّرُوا أَمْوَالَكُمْ بِالزَّكَاةِ)
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Sucikanlah harta kalian dengan zakat).
Hadits 8: Ancaman Siksa Neraka Bagi Orang yang Memangkas dan Menahan Zakat
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ وَجَبَتْ عَلَيْهِ الزَّكَاةُ فَلَمْ يَدْفَعْهَا) أَيِ الزَّكَاةَ لِمَنْ يَسْتَحِقُّهَا (فَهُوَ فِي النَّارِ) .
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Barangsiapa yang wajib atasnya zakat lalu ia tidak membayarnya) maksudnya, zakat kepada orang yang berhak menerimanya (maka ia di dalam neraka).
Hadits 9: Hilangnya Keberkahan dan Kebaikan Pada Harta yang Tidak Dizakati
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا خَيْرَ فِي مَالٍ لَا يُزَكَّى)
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Tidak ada kebaikan pada harta yang tidak dizakati).
Hadits 10: Hilangnya Penjagaan Harta dan Dampak Bencana Menahan Zakat
(وَقَالَ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ مَنَعَ الزَّكَاةَ مَنَعَ اللّٰهُ تَعَالَى عَنْ حِفْظِ الْمَالِ) وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبَيْهَقِيِّ وَغَيْرِهِ يَا مَعْشَرَ الْمُهَاجِرِينَ خِصَالٌ خَمْسٌ اُبْتُلِيتُمْ بِهِنَّ، وَنَزَلَتْ بِكُمْ، أَعُوذُ بِاللّٰهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ،
(Telah bersabda Nabi ﷺ: Barangsiapa menahan zakat, maka Allah Ta’ala akan menahan dari penjagaan harta). Dan dalam riwayat milik Imam Baihaqi dan lainnya: [Wahai kaum Muhajirin, ada lima perkara jika kalian diuji dengannya, dan turun kepada kalian, aku berlindung kepada Allah agar kalian tidak mengalaminya,
لَمْ تَظْهَرِ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمُ الْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أَسْلَافِهِمْ، وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ، إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمُؤْنَةِ وَجَوْرِ السُّلْطَانِ، وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا الْمَطَرَ مِنَ السَّمَاءِ،
tidaklah perbuatan keji tampak pada suatu kaum sama sekali hingga mereka melakukannya secara terang-terangan kecuali akan menyebar di antara mereka penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada nenek moyang mereka, dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan ditimpa paceklik, kesulitan biaya hidup, dan kezaliman penguasa, dan tidaklah mereka menahan zakat harta mereka kecuali mereka akan dihalangi dari hujan dari langit,
وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا، وَلَا نَقَضُوا عَهْدَ اللّٰهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَيَأْخُذُ بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ، وَمَا لَمْ يَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللّٰهِ جَعَلَ اللّٰهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ] كَذَا فِي الزَّوَاجِرِ.
dan seandainya bukan karena binatang ternak, niscaya mereka tidak akan diberi hujan, dan tidaklah mereka melanggar janji Allah dan janji Rasul-Nya kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari selain mereka lalu musuh itu akan mengambil sebagian apa yang ada di tangan mereka, dan selama para pemimpin mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, maka Allah akan menjadikan permusuhan di antara mereka]. Demikian dalam kitab Az-Zawajir.
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!